 |
| Keutamaan Jenazah yang Disholatkan oleh Orang Bertauhid: Dalil Hadits dan Penjelasan Ulama |
fiqihonline.com - Keutamaan Jenazah yang Disholatkan oleh Orang Bertauhid: Dalil Hadits dan Penjelasan Ulama - Shalat jenazah merupakan salah satu kewajiban kaum Muslimin terhadap saudara seiman yang telah meninggal dunia. Dalam Islam, ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat agung karena berisi doa, permohonan ampun, dan syafaat bagi mayit. Namun, tidak sedikit umat Islam yang belum memahami bahwa orang-orang yang menshalatkan jenazah, khususnya mereka yang bertauhid, memiliki pengaruh besar terhadap keutamaan dan manfaat shalat jenazah tersebut bagi mayit.
Artikel ini akan membahas secara lengkap keutamaan jenazah yang disholatkan oleh orang bertauhid, dilengkapi dengan dalil hadis, penjelasan ulama, serta hikmah aqidah dan fiqih yang terkandung di dalamnya.
Pengertian Tauhid dan Kedudukannya dalam Islam
Tauhid adalah mengesakan Allah ﷻ dalam seluruh bentuk ibadah, keyakinan, dan ketaatan. Tauhid merupakan pondasi utama agama Islam, bahkan menjadi syarat diterimanya seluruh amal ibadah.
Allah
SWT. berfirman:
وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ
اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْن
“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum kamu ( para Nabi ): Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya lenyaplah amalmu, dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.”(QS. Az-Zumar: 65)
Dari ayat ini jelas bahwa amal tanpa tauhid tidak bernilai di sisi Allah, termasuk doa dan ibadah lainnya. Oleh karena itu, shalat jenazah yang dilakukan oleh orang-orang yang bertauhid memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan mereka yang rusak aqidahnya.
Keutamaan Jenazah yang Disholatkan oleh Orang Bertauhid
1.
Doanya Lebih Ikhlas dan Diterima
Orang yang bertauhid memurnikan ibadah hanya kepada Allah, sehingga doanya lebih ikhlas. Keikhlasan ini menjadi sebab diterimanya doa shalat jenazah.
Rasulullah SAW. bersabda:
اِنَّ اللهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ اْلعَمَلِ اِلَّا مَاكَانَ لَهُ خَالِصًا
وَابْتَغِيْ بِهِ وَجْهُهُ
“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang ikhlas dan mengharap wajah-Nya.”
(HR. An-Nasa’i)
Maka, jenazah yang didoakan oleh orang-orang bertauhid mendapatkan keutamaan besar berupa doa yang lebih tulus dan bersih dari kesyirikan
2. Mendapat Syafaat dari Kaum Mukminin
Dalam
hadits sahih disebutkan:
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيَقُوْمُ
عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُوْنَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُوْنَ بِاللهِ شَيْئًا اِلَّا
شَفَعَهُمُ اللهُ فِيْهِ. رواه مسلم
dari Ibnu Abbas radhiyallaahu anhuma ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang lelaki muslim meninggal, kemudian disholatkan jenazahnya oleh 40 laki-laki yang tidak mensekutukan Allah dengan suatu apapun kecuali Allah akan memberikan syafaat mereka kepadanya (riwayat Muslim)
Hadits ini menjadi dalil yang sangat kuat bahwa tauhid para penshalat jenazah menjadi sebab dikabulkannya syafaat bagi mayit. Semakin kuat tauhid orang-orang yang menshalatkan, semakin besar harapan ampunan bagi jenazah.
Kemudian hadits ini juga menunjukkan bahwa pentingnya berteman dengan orang-orang sholih yang senantiasa mentauhidkan Allah, tidak mensekutukan=Nya dengan suatu apapun. Karena jika seseorang meninggal dan disholatkan oleh seseorang yang mentauhidkan Allah, maka Allah akan mengampuninya dengan sebab syafaat sholat dari orang yang mentauhidkan Allah tersebut. Dalam hadits ini disebutkan jumlah 40 orang, sedangkan dalam hadits lain disebutkan jumlah 100 orang dan sebagian riwayat menyatakan 3 shaf.
مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ اُمَّةٌ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ
يَبْلُغُوْنَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُوْنَ لَهُ اِلَّا شُفِّعُوْا فِيْهِ
Tidaklah suatu jenazah disholatkan oleh kaum muslimin yang mencapai seratus orang seluruhnya memberi syafaat (dengan sholat) kepadanya, kecuali ia diampuni (dengan sebab syafaat sholat orang-orang tersebut). ( H.R.Muslim ).
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيُصَلَّي عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوْفٍ
مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ اِلَّا اَوْجَبَ
Tidaklah
ada seorang muslim yang meninggal kemudian disholatkan oleh 3 shaf kaum
muslimin kecuali wajib baginya (surga). (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah,
dishahihkan oleh al-Hakim disepakati adz-Dzahaby, dihasankan oleh anNawawy,
disepakati oleh al Hafidz Ibnu Hajar).
3. Ringannya Hisab dan Dosa Mayit
Ulama
menjelaskan bahwa doa kaum mukminin yang bertauhid dapat menjadi sebab:
- Diampuninya
dosa-dosa mayit
- Diringankannya
siksa kubur
Ditinggikannya
derajat mayit di sisi Allah
Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa hadis tentang syafaat shalat jenazah menunjukkan keutamaan berkumpulnya orang-orang saleh dan bertauhid dalam mendoakan mayit.
Penjelasan Ulama tentang Tauhid dalam Shalat Jenazah
Para ulama sepakat bahwa doa adalah ibadah, dan ibadah tidak sah kecuali dengan tauhid. Oleh sebab itu:
- Do’a orang
yang melakukan kesyirikan besar tertolak
- Do’a orang
yang lurus aqidahnya lebih diharapkan diterima
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata bahwa doa
seorang mukmin yang bertauhid lebih dekat kepada ijabah, karena ia tidak
menjadikan perantara-perantara yang dilarang dalam berdoa.
Para Ulama’ menjelaskan bahwa keutamaan itu bisa didapatkan dengan jumlah 3 shaf, 40 orang, atau 100 orang. Tiga shaf adalah batasan minimal, semakin banyak jamaah, semakin baik (Syarh Shahih Muslim karya anNawawy (7/17)). Berapapun jumlah minimal yang tercapai, syaratnya adalah orang yang mensholatkan tidak pernah menyekutukan Allah dengan suatu apapun.
Syarat Diterimanya Syafaat Dalam hadits ini dinyatakan bahwa orang yang mensholatkan jenazah bisa memberikan syafaat kepada mayit tersebut. Namun, syafaat bisa diterima dengan syarat-syarat yang dijelaskan oleh para Ulama’. Syafaat bisa diterima dengan 3 syarat:
1.
Allah meridhai sang pemberi syafaat
وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ
شَيْئًا اِلَّا مِنْ بَعْدِ اَنْ يَاْذَنَ اللهُ لِمَنْ يَشُاءُ وَيَرْضَى
Dan betapa banyak para Malaikat di langit yang tidak bisa memberi syafaat kecuali setelah diizinkan Allah kepada yang dikehendaki dan diridlainya (Q.S anNajm:26)
2.
Allah meridhai yang diberi syafaat
وَلَا يَشْفَعُوْنَ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى
Dan mereka (para pemberi syafaat) tidak bisa memberi syafaat kecuali kepada yang diridhai (Allah)(Q.S al-Anbiyaa’:28) Allah tidak ridha terhadap kekufuran, karena itu seorang yang kafir, musyrik, atau munafiq akbar tidak bisa diberi syafaat kecuali syafaat dari Nabi untuk pamannya Abu Thalib hanya bisa meringankan siksa di neraka.
3.
Izin dari Allah bahwa syafaat
tersebut bisa diberikan.
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعَ عِنْدَهُ اِلَّا بِاِذِنِهِ
...Siapakah yang bisa memberi syafaat di sisiNya kecuali atas idzin dariNya...(Q.S alBaqoroh:255)
يَوْمَئِذٍ لَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ
الرَّحْمَنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلًا
“pada hari itu tidaklah bermanfaat syaat kecuali bagi yang diizinkan oleh ar Rahman dan diridhai ucapannya (Q.S Thaha:109) (Majmu’ Fataawa wa Rosaa-il Ibn Utsaimin 3/184).
Hikmah Disyariatkannya Shalat Jenazah oleh Orang Bertauhid
Ada
beberapa hikmah besar, di antaranya:
- Menegaskan
pentingnya aqidah hingga akhir kehidupan
- Menjadi
penghibur keluarga mayit
- Menguatkan
solidaritas umat Islam
- Mengingatkan
yang hidup akan kematian dan tauhid
Shalat
jenazah bukan sekadar ritual, tetapi sarana pendidikan aqidah dan keimanan bagi
yang hidup.
Pelajaran Penting bagi Kaum Muslimin
Dari
pembahasan ini, terdapat beberapa pelajaran penting:
- Setiap
muslim wajib menjaga tauhidnya
- Amal
ibadah, termasuk doa, bergantung pada aqidah
- Shalat
jenazah adalah kesempatan besar untuk memberi manfaat kepada mayit
- Masyarakat
seharusnya mendorong aqidah yang lurus di tengah umat